Catatan Singkat Sejarah Gereja Global
Dari Gereja abad pertama Hingga Teologi Gereja modern
Disusun oleh : Fregata
Sumber : Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Bapa_Gereja
A. PENGANTAR SINGKAT
Catatan ini dibuat secara ringkas namun tetap menyimpan intisari dari pelajaran aslinya. Adapun
buku yang digunakan oleh penulis sebagai sumber dari tulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Dr. C. De Jonge, Pembimbing ke Dalam Sejarah Gereja, (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2019).
2. Thomas Van Den End, Harta dalam Bejana (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2019).
3. H. Berkhof dan I.H. Enklaar, Sejarah Gereja (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2018).
Catatan ini berguna untuk memahami secara singkat mengenai garis besar sejarah gereja dengan menggabungkan pemahaman dari ketiga buku tersebut. Buku yang saya pakai memang merupakan buku terbitan yang masih baru, namun bahasa yang terdapat di dalam buku ini sangatlah terlihat bahwa bahasa dan gaya bahasa yang terdapat di dalamnya menyerupai edisi pertama buku ini diterbitkan (kebanyakan pada tahun 80an dan merupakan buku hasil terjemahan) sehingga agak membingungkan apabila dibandingkan dengan gaya bahasa sekarang (Contoh : Penggunaan kata "Eropah" dan "Positip" di dalam buku De Jonge). Catatan ini bermaksud untuk menyesuaikan pengertian dari buku tersebut ke dalam bahasa yang kita kenal sekarang.
B. PEMBAHASAN
1. Gambaran periode sejarah gereja global menurut Christian De Jong
2. Pertumbuhan dan perkembangan abad awal Gereja
Timbulnya Gereja (30-313) : Gereja Mula-mula
Jemaat awal gereja
terdiri dari orang Yahudi, namun tersebar kepada non-Yahudi karena ajaran hukum
taurat bagi gereja tidak dijadikan ajaran mutlak. Paulus menyebarkan pesan
keselamatan ini supaya gereja tidak hanya menjadi mazhab Yahudi melainkan untuk
menjadi agama segala bangsa. Selain itu, terjadi perluasan gereja. Gereja
kemudian memperluas penyebarannya dari Palestina ke daerah sekitarnya. Termasuk
mencapai daerah Eropa barat dan Asia kecil melalui penyebaran injil.
Pada awalnya gereja mendapatkan tekanan dan hambatan
dari pemerintah Roma karena gereja bersifat monotheis. Hal ini membuat jemaat
kristen dianggap sebagai musuh negara. Penghambatan bersifat lokal hingga tahun
250 namun kemudian meluas dan menjadi sistematis. penghambatan tersebut tidak
menurunkan jumlah orang kristen, namun sebaliknya.
Pada masa gereja mula-mula, kepemimpinan gereja yang
semula dipimpin oleh para rasul dialihkan kepada para Presbiteros (penatua) dan Episkopos
(penilik jemaat)[1]
dan dibantu dengan para Diakonos (pelayan,
diakon, syamas). Gereja dipimpin oleh seorang Episkopos dan terdiri dari
Presbuteros di bawahnya. Terdapat istilah succesio
apostolic yang memahami bahwa para uskup adalah pengganti para rasul.
3. Perkembangan gereja hingga abad ke lima
A. Senjata-senjata Gereja: 150-200 (Kanon, Pengakuan
iman, Jabatan uskup)
Senjata gereja adalah
alat yang digunakan oleh gereja untuk melawan sekta. Gereja dihadapkan dengan
aliran sesat sehingga gereja harus memiliki identitasnya dan cirinya sendiri.
Pada tahun 150-200 gereja berhasil dan menang melawan ajaran ini (kemenangan
gereja).
1. Kanon : Kanon dapat diartikan sebagai patokan, ukuran atau
kaidah. Adanya penetapan kanon perjanjian baru (sebelumnya hanya perjanjian
lama) menghasilkan ajaran gereja yang memiliki kekuasaan.
2. Pengakuan
Iman : Pengakuan secara tegas menolak ajaran sekta. Pengakuan
iman pada dasarnya adalah pengakuan kepercayaan terhadap ajaran kristen
mengenai Yesus (salah satunya adalah ajaran bahwa Yesus adalah Tuhan).
3. Pewarisan
Jabatan : Bertujuan untuk memelihara ajaran kristen. Uskup
dianggap memiliki kuasa yang sama dengan kanon dan Alkitab. Mereka jugalah yang
mengajarkan mengenai Alkitab.
B. Penghambatan Gereja (Decius 249-Diocletianus 311)
Penghambatan gereja
dimulai pada abad ke-2 hingga tahun 313 dimana pemerintah Roma mulai menganggap
orang kristen sebagai musuh negara karena orang kristen tidak menyembah
dewa-dewi yang juga disembah oleh orang Roma. Penghambatan ini menghasilkan
tindakan persekusi/penganiayaan terhadap orang Kristen, namun kemudian gagal
dan malah semakin menambah jumlah orang yang percaya. Penghambatan ini berakhir
setelah Konstantinus Agung (yang juga beragama kristen) merebut kekuasaan di
Roma.
C. Perkembangan Gereja 313-590 (Gereja diakui oleh pemerintah Roma)
Pada masa ini gereja sudah
diakui oleh pemerintah Roma oleh Konstantinus. Gereja diakui pertama melalui
edikt Milano (kebebasan gereja) dan kemudian edikt Theolosius oleh Theodosius
(gereja sebagai agama negara). Gereja yang sudah diakui negara ini kemudian
diberikan kebebasan oleh pemerintah dan memiliki hubungan erat dengan negara.
Kekristenan pun kemudian diakui sebagai agama negara menggantikan agama Roma.
Terdapat dua konsili
oikumenis yaitu Konsili Nicea 325 dan Chalcedon 451. Konsili Nicea dan
Konstantinopel membahas mengenai trinitas Tuhan. Konsili Chalcedon kemudian
membahas mengenai dua tabiat Yesus (kristologi). Dari masa ini kemudian Paus
semakin diakui sebagai pemimpin Eropa Barat menggantikan Kaisar Roma dan pada
akhir abad ke-5 gereja sudah dibagi menjadi dua yaitu gereja barat dan gereja
timur.
4. Identitas Gereja Barat dan Timur serta Ideologinya : Abad Pertengahan
1. Tata Gereja
|
Gereja Barat
|
Gereja Timur
|
-Paus di Roma sebagai pemimpin tertinggi.
-Perkataan Paus adalah mutlak.
|
-Episkopal di Konstantinopel : Berkuasa bersama
jemaat.
-Keputusan melaui rapat para uskup.
|
|
2. Teologia dan Ajaran
|
-Pengaruh Agustinus dan Tertulianus
-Keselamatan melalui perbuatan baik
-Gereja mementingkan organisasi.
|
-Pengaruh Trenaeus, Athanasius dan Crylius.
-Berorientasi mistik dan perenungan sehingga manusia
memiliki sifat Ilahi karna Tuhan masuk di tubuh yang fana
-Memiliki sifat beraskese
|
3. Sikap terhadap negara dan masyarakat
|
-Negara
dianggap mengandung unsur setan yang harus diwaspadai masyarakat.
-Orang kristen bertindak di dalam dunia yang mengandung unsur setan.
-Berbudaya Latin
|
-Dalam negara orang kristen harus rendah hati dan
merenungkan hidup.
-Pemerintah adalah wali Allah di dunia sehingga
harus dihormati oleh rakyatnya.
-Berbudaya Yunani
|
Gereja Barat : Ambrosius (Uskup), Augustinus (penulis teologi gereja
barat), Hieronimus (penerjemah Alkitab ke bahasa latin) dan Paulus (Rasul,
dekat dengan ajaranYesus).
Gereja Timur : Bardaison (Bangsawan Persia, melawan marsionisme),
Nestorius (uskup Konstantinopel, Nestorianisme), Cyrilius, Athanasius (Logos
dan Allah yang dibedakan).[2]
5. Tahun Lahir Agama Islam dan Perkembangannya
Agama Islam lahir sesudah tahun 600 tepatnya pada
tahun 632 setelah kematian Muhammad. Perkembangan agama Islam dimulai dari
daerah Arabia dan dampaknya dikhawatirkan oleh orang kristen. Ancaman dari
Agama Islam lebih dirasakan oleh gereja timur dibandingkan dengan gereja barat.
Hal ini dikarenakan oleh pengaruh yang dimiliki Agama Islam terlebih dahulu
mencapai gereja Timur dan sekitarnya, termasuk daerah Turki dan Konstantinopel.
Agama Islam juga semakin menyebarkan pengaruhnya.
Sebelum adanya agama Islam, orang Kristen telah
terlebih dahulu menyebarkan injil ke daerah Arabia dan Asia Tengah. Kemudian
orang Arab menyerang negara yang berbatasan dengan Arabia, yaitu Persia dan
Romawi Timur. Hal ini kemudian menyebar ke daerah di Asia Barat dan Afrika
Utara yang penduduknya mayoritas beragama Kristen. Agama Islam juga kemudian
mencapai Eropa (semenanjung Iberia, Portugal dan Spanyol). Kedudukan orang
Kristen dibawah daerah yang dikuasai oleh orang Islam ini cukup baik, namun
tidak mengalami perkembangan hingga jumlahnya merosot terutama di daerah
Arabia.
6. Negara Eropa dibawah pengaruh islam (perang salib).
1. Perang Salib
Perang Salib terjadi dari tahun 1100-1300.[3] Latar belakang dari perang
ini adalah perang untuk memperebutkan Yerusalem dari agama Islam dan bukan
merupakan perluasan agama Kristen. Perang Salib terbagi ke dalam beberapa
periode yaitu:
1. Perang Salib I : Pasukan perang salib ini dipimpin oleh Godfried.
Pasukan perang salib ini berhasil menguasai Yerusalem dan wilayah sekitarnya
(Asia kecil, Palestina, Siria). Perang salib pertama berakhir pada tahun 1099
setelah kejatuhan Yerusalem.
2. Perang Salib II : Perang ini dipimpin oleh Bernhard dari Clairvaux
yang berlangsung dari tahun 1157-1149. Perang ini dianggap gagal karena
terlebih dulu kalah di Damaskus, Siria.
3. Perang Salib III : Yerusalem direbut oleh Sultan Saladin dari mesir
pada tahun 1187. Pasukan perang salib yang bertujuan untuk merebut Yerusalem
dari kekuasaan mesir ini dipimpin oleh tiga raja. Ketiga raja tersebut adalah :
Raja Inggris Richard the lionheart, Perancis Philip August dan Jerman Fredrik
Barbarossa. Kematian raja Fredrik menjadi penyebab kegagalan perang ini.
4. Perang Salib IV : Dipimpin oleh Paus Innocentius III dengan maksud
memajukan perniagaan Venetia yang bersaing dengan Byzantium.
5. Perang Salib V : Peperangan dilakukan oleh 30.000 anak-anak karena
perang kurang disukai oleh orang dewasa. Perang ini gagal karena banyak anak
yang mati dan dijadikan budak.
6. Perang Salib VI : Dipimpin oleh Fredrik II yang berhasil merebut
Yerusalem, namun Yerusalem kembali jatuh ke tangan Islam pada tahun 1224.[4]
2. Dampak Perang Salib
Dampak dari Perang
Salib pada umumnya dipahami sebagai hal yang negatif dengan beberapa alasan.
Kerusakan yang diakitbatkan oleh perang ini adalah akibat dari perampokan dan
menyebabkan penderitaan bagi orang Kristen di Siria. Banyaknya kerusakan yang
ditimbulkan oleh perang ini dapat disimpulkan sebagai alasan utama meskipun
terdapat dampak-dampak lain disampingnya. Perang Salib juga akhirnya membawa
perpecahan kepada gereja barat dan gereja timur.
7. Konteks sosial politik abad pertengahan (teolog berpengaruh dan
ajarannya).
Masa abad pertengahan dapat dibagi menjadi tiga yaitu
awal masa abad pertengahan, abad pertengahan yang jaya dan akhir dari abad
pertengahan itu sendiri. Berikut adalah beberapa pengertian dari ketiga periode
tersebut
1. Awal Abad Pertengahan 590-910
Pada masa ini penyebaran injil mulai dilakukan di
daerah yang di kuasai oleh Romawi. Pada awal abad pertengahan ini ajaran
kristen disebarkan di bagian utara dan timur laut Eropa dan daerah di timur
tengah dan Afrika Utara mengalami ancaman oleh agama Islam. Selain itu
penyelesaian mengenai perdebatan dogma melalui konsili oikumenis terjadi pada
masa ini. Pada masa ini, kekuasaan politik Paus semakin menguat karena
kekuasaan dari kekaisaran Roma barat semakin melemah.
2. Abad Pertengahan yang Jaya 910-1300
Kejayaan abad
pertengahan ditandai dengan adanya reformasi kebiaraa di Cluny, Perancis.
Teologi yang berpengaruh pada masa ini adalah teologi skolastik yang
dikemukakan oleh beberapa tokoh. Salah satunya adalah Anselmus dari Canterbury
dan Thomas dari Aquinas. Pada masa ini Paus memiliki kuasa dan berusaha mempertahankannya.
3. Akhir Abad Pertengahan 1300-1492/1517
Periode ini adalah
peralihan dari masa kepausan ke era reformasi. Periode ini dimulai sesudah Paus
Bonifatius (1300) dan diakhiri oleh masa reformasi (1517) atau pada tahun 1492.
Pada masa ini terjadi krisis kepausan dan pembuangan terhadap Paus (seperti
pembuangan babel) ke Avignon, Perancis. Pembuangan ini berlangsung dari
1309-1377. Krisis kepausan ini kemudian diperparah oleh munculnya dua orang
Paus (di Roma dan Avignon) yang di dukung oleh pihak dan negara yang berbeda. Kejadian
yang banyak merugikan gereja dan berdampak besar bagi masyarakat inilah yang
kemudian mendorong adanya usaha untuk melakukan perbaikan terhadap institusi
gereja atau melakukan reformasi.
8. Pemikir teologi abad modern[5]
Pemikiran teologis ini
terbagi ke dalam 3 zaman yaitu zaman Idealisme, Liberalisme dan Naturalisme atau
Materialisme dan berlangsung pada abad ke-19.
a. Hegel (1831) : Idealisme Jerman. Pandangan yang bersifat konservatif
dan memahami agama kristen sebagai agama yang tertinggi dari segala agama.
B. Friedrich Strauss (1874) : Menyerang injil dan kebenarannya. Paham yang
memulai zaman liberalisme inilah yang mengkritisi kehidupan Yesus yang terdapat
di dalam injil.
C. Tokoh pada zaman naturalisme ini mengutamakan kepada pengertian terhadap
alam dan panca indra. Beberapa di antaranya adalah:
1. Charles Darwin (1882) : Berasal dari Inggris dan dikenal melalui teori
evolusinya.
2. Karl Marx (1883) : Menganggap agama sebagai candu masyarakat, mengarah
ke ateisme.
3. Friedrich Nietzsche (1900) : Nietzsche menolak ajaran injil karena pemahaman
agama kristen dapat mengarahkan seseorang untuk menjadi budak.
Sebenarnya lebih disarankan untuk membaca buku sumber tulisan ini, daripada hanya membaca tulisan ini saja. Namun, tulisan ini saya rasa cukup untuk menjadi sekedar penghantar saja. Mengenai penelitian lebih lanjut mengenai bagian sejarah yang dianggap cukup unik ini bisa dilakukan melalui berbagai sumber.
Fregata.
[1] Episkopos memiliki peran yang cukup
penting di dalam jemaat. Pada dasarnya tugas yang dimiliki oleh Episkopos
adalah untuk menjadi penilik jemaat dan juga menjadi pemimpin di dalam
pelayanan sakramen. Lihat Christian de Jonge hlm 53.
[2] Para tokoh ini juga dapat disebutkan
sebagai bapa gereja barat/timur.
[3] Menurut Van den End Perang Salib
terjadi pada kurang lebih tahun 1050-1450.
[4] Berakhir secara tuntas pada tahun
1291 setelah Bandar Akko direbut oleh orang Islam.
[5] Lihat Berkhof, Hlm 267.


Need more citation.
BalasHapus