Minggu, 15 Maret 2020

Catatan Singkat Sejarah Gereja Global


Catatan Singkat Sejarah Gereja Global
Dari Gereja abad pertama Hingga Teologi Gereja modern
Disusun oleh : Fregata


A. PENGANTAR SINGKAT

      Catatan ini dibuat secara ringkas namun tetap menyimpan intisari dari pelajaran aslinya. Adapun 
buku yang digunakan oleh penulis sebagai sumber dari tulisan ini adalah sebagai berikut :

1. Dr. C. De Jonge, Pembimbing ke Dalam Sejarah Gereja, (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2019).
2. Thomas Van Den End, Harta dalam Bejana (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2019).
3. H. Berkhof dan I.H. Enklaar, Sejarah Gereja (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2018).

      Catatan ini berguna untuk memahami secara singkat mengenai garis besar sejarah gereja dengan menggabungkan pemahaman dari ketiga buku tersebut. Buku yang saya pakai memang merupakan buku terbitan yang masih baru, namun bahasa yang terdapat di dalam buku ini sangatlah terlihat bahwa bahasa dan gaya bahasa yang terdapat di dalamnya menyerupai edisi pertama buku ini diterbitkan (kebanyakan pada tahun 80an dan merupakan buku hasil terjemahan) sehingga agak membingungkan apabila dibandingkan dengan gaya bahasa sekarang (Contoh : Penggunaan kata "Eropah" dan "Positip" di dalam buku De Jonge). Catatan ini bermaksud untuk menyesuaikan pengertian dari buku tersebut ke dalam bahasa yang kita kenal sekarang.

B. PEMBAHASAN 



1. Gambaran periode sejarah gereja global menurut Christian De Jong



2. Pertumbuhan dan perkembangan abad awal Gereja
Timbulnya Gereja (30-313) : Gereja Mula-mula
            Jemaat awal gereja terdiri dari orang Yahudi, namun tersebar kepada non-Yahudi karena ajaran hukum taurat bagi gereja tidak dijadikan ajaran mutlak. Paulus menyebarkan pesan keselamatan ini supaya gereja tidak hanya menjadi mazhab Yahudi melainkan untuk menjadi agama segala bangsa. Selain itu, terjadi perluasan gereja. Gereja kemudian memperluas penyebarannya dari Palestina ke daerah sekitarnya. Termasuk mencapai daerah Eropa barat dan Asia kecil melalui penyebaran injil.
Pada awalnya gereja mendapatkan tekanan dan hambatan dari pemerintah Roma karena gereja bersifat monotheis. Hal ini membuat jemaat kristen dianggap sebagai musuh negara. Penghambatan bersifat lokal hingga tahun 250 namun kemudian meluas dan menjadi sistematis. penghambatan tersebut tidak menurunkan jumlah orang kristen, namun sebaliknya.
Pada masa gereja mula-mula, kepemimpinan gereja yang semula dipimpin oleh para rasul dialihkan kepada para Presbiteros (penatua) dan Episkopos (penilik jemaat)[1] dan dibantu dengan para Diakonos (pelayan, diakon, syamas). Gereja dipimpin oleh seorang Episkopos dan terdiri dari Presbuteros di bawahnya. Terdapat istilah succesio apostolic yang memahami bahwa para uskup adalah pengganti para rasul.

3. Perkembangan gereja hingga abad ke lima
A. Senjata-senjata Gereja: 150-200 (Kanon, Pengakuan iman, Jabatan uskup)
            Senjata gereja adalah alat yang digunakan oleh gereja untuk melawan sekta. Gereja dihadapkan dengan aliran sesat sehingga gereja harus memiliki identitasnya dan cirinya sendiri. Pada tahun 150-200 gereja berhasil dan menang melawan ajaran ini (kemenangan gereja).
1. Kanon : Kanon dapat diartikan sebagai patokan, ukuran atau kaidah. Adanya penetapan kanon perjanjian baru (sebelumnya hanya perjanjian lama) menghasilkan ajaran gereja yang memiliki kekuasaan.
2. Pengakuan Iman : Pengakuan secara tegas menolak ajaran sekta. Pengakuan iman pada dasarnya adalah pengakuan kepercayaan terhadap ajaran kristen mengenai Yesus (salah satunya adalah ajaran bahwa Yesus adalah Tuhan).
3. Pewarisan Jabatan : Bertujuan untuk memelihara ajaran kristen. Uskup dianggap memiliki kuasa yang sama dengan kanon dan Alkitab. Mereka jugalah yang mengajarkan mengenai Alkitab.

B. Penghambatan Gereja (Decius 249-Diocletianus 311)
            Penghambatan gereja dimulai pada abad ke-2 hingga tahun 313 dimana pemerintah Roma mulai menganggap orang kristen sebagai musuh negara karena orang kristen tidak menyembah dewa-dewi yang juga disembah oleh orang Roma. Penghambatan ini menghasilkan tindakan persekusi/penganiayaan terhadap orang Kristen, namun kemudian gagal dan malah semakin menambah jumlah orang yang percaya. Penghambatan ini berakhir setelah Konstantinus Agung (yang juga beragama kristen) merebut kekuasaan di Roma.

C. Perkembangan Gereja 313-590 (Gereja diakui oleh pemerintah Roma)
            Pada masa ini gereja sudah diakui oleh pemerintah Roma oleh Konstantinus. Gereja diakui pertama melalui edikt Milano (kebebasan gereja) dan kemudian edikt Theolosius oleh Theodosius (gereja sebagai agama negara). Gereja yang sudah diakui negara ini kemudian diberikan kebebasan oleh pemerintah dan memiliki hubungan erat dengan negara. Kekristenan pun kemudian diakui sebagai agama negara menggantikan agama Roma.
            Terdapat dua konsili oikumenis yaitu Konsili Nicea 325 dan Chalcedon 451. Konsili Nicea dan Konstantinopel membahas mengenai trinitas Tuhan. Konsili Chalcedon kemudian membahas mengenai dua tabiat Yesus (kristologi). Dari masa ini kemudian Paus semakin diakui sebagai pemimpin Eropa Barat menggantikan Kaisar Roma dan pada akhir abad ke-5 gereja sudah dibagi menjadi dua yaitu gereja barat dan gereja timur.

4. Identitas Gereja Barat dan Timur serta Ideologinya : Abad Pertengahan


1. Tata Gereja

Gereja Barat
Gereja Timur
-Paus di Roma sebagai pemimpin tertinggi.
-Perkataan Paus adalah mutlak.
-Episkopal di Konstantinopel : Berkuasa bersama jemaat.
-Keputusan melaui rapat para uskup.

2. Teologia dan Ajaran


-Pengaruh Agustinus dan Tertulianus
-Keselamatan melalui perbuatan baik
-Gereja mementingkan organisasi.
-Pengaruh Trenaeus, Athanasius dan Crylius.
-Berorientasi mistik dan perenungan sehingga manusia memiliki sifat Ilahi karna Tuhan masuk di tubuh yang fana
-Memiliki sifat beraskese

3. Sikap terhadap negara dan masyarakat

-Negara dianggap mengandung unsur setan yang harus diwaspadai masyarakat.
-Orang kristen bertindak di dalam dunia yang mengandung unsur setan.
-Berbudaya Latin
-Dalam negara orang kristen harus rendah hati dan merenungkan hidup.
-Pemerintah adalah wali Allah di dunia sehingga harus dihormati oleh rakyatnya.
-Berbudaya Yunani
Gereja Barat : Ambrosius (Uskup), Augustinus (penulis teologi gereja barat), Hieronimus (penerjemah Alkitab ke bahasa latin) dan Paulus (Rasul, dekat dengan ajaranYesus).
Gereja Timur : Bardaison (Bangsawan Persia, melawan marsionisme), Nestorius (uskup Konstantinopel, Nestorianisme), Cyrilius, Athanasius (Logos dan Allah yang dibedakan).[2]


5. Tahun Lahir Agama Islam dan Perkembangannya
Agama Islam lahir sesudah tahun 600 tepatnya pada tahun 632 setelah kematian Muhammad. Perkembangan agama Islam dimulai dari daerah Arabia dan dampaknya dikhawatirkan oleh orang kristen. Ancaman dari Agama Islam lebih dirasakan oleh gereja timur dibandingkan dengan gereja barat. Hal ini dikarenakan oleh pengaruh yang dimiliki Agama Islam terlebih dahulu mencapai gereja Timur dan sekitarnya, termasuk daerah Turki dan Konstantinopel. Agama Islam juga semakin menyebarkan pengaruhnya.
Sebelum adanya agama Islam, orang Kristen telah terlebih dahulu menyebarkan injil ke daerah Arabia dan Asia Tengah. Kemudian orang Arab menyerang negara yang berbatasan dengan Arabia, yaitu Persia dan Romawi Timur. Hal ini kemudian menyebar ke daerah di Asia Barat dan Afrika Utara yang penduduknya mayoritas beragama Kristen. Agama Islam juga kemudian mencapai Eropa (semenanjung Iberia, Portugal dan Spanyol). Kedudukan orang Kristen dibawah daerah yang dikuasai oleh orang Islam ini cukup baik, namun tidak mengalami perkembangan hingga jumlahnya merosot terutama di daerah Arabia.

6. Negara Eropa dibawah pengaruh islam (perang salib).
1. Perang Salib
Perang Salib terjadi dari tahun 1100-1300.[3] Latar belakang dari perang ini adalah perang untuk memperebutkan Yerusalem dari agama Islam dan bukan merupakan perluasan agama Kristen. Perang Salib terbagi ke dalam beberapa periode yaitu:
1. Perang Salib I : Pasukan perang salib ini dipimpin oleh Godfried. Pasukan perang salib ini berhasil menguasai Yerusalem dan wilayah sekitarnya (Asia kecil, Palestina, Siria). Perang salib pertama berakhir pada tahun 1099 setelah kejatuhan Yerusalem.
2. Perang Salib II : Perang ini dipimpin oleh Bernhard dari Clairvaux yang berlangsung dari tahun 1157-1149. Perang ini dianggap gagal karena terlebih dulu kalah di Damaskus, Siria.
3. Perang Salib III : Yerusalem direbut oleh Sultan Saladin dari mesir pada tahun 1187. Pasukan perang salib yang bertujuan untuk merebut Yerusalem dari kekuasaan mesir ini dipimpin oleh tiga raja. Ketiga raja tersebut adalah : Raja Inggris Richard the lionheart, Perancis Philip August dan Jerman Fredrik Barbarossa. Kematian raja Fredrik menjadi penyebab kegagalan perang ini.
4. Perang Salib IV : Dipimpin oleh Paus Innocentius III dengan maksud memajukan perniagaan Venetia yang bersaing dengan Byzantium.
5. Perang Salib V : Peperangan dilakukan oleh 30.000 anak-anak karena perang kurang disukai oleh orang dewasa. Perang ini gagal karena banyak anak yang mati dan dijadikan budak.
6. Perang Salib VI : Dipimpin oleh Fredrik II yang berhasil merebut Yerusalem, namun Yerusalem kembali jatuh ke tangan Islam pada tahun 1224.[4]
2. Dampak Perang Salib
            Dampak dari Perang Salib pada umumnya dipahami sebagai hal yang negatif dengan beberapa alasan. Kerusakan yang diakitbatkan oleh perang ini adalah akibat dari perampokan dan menyebabkan penderitaan bagi orang Kristen di Siria. Banyaknya kerusakan yang ditimbulkan oleh perang ini dapat disimpulkan sebagai alasan utama meskipun terdapat dampak-dampak lain disampingnya. Perang Salib juga akhirnya membawa perpecahan kepada gereja barat dan gereja timur.


7. Konteks sosial politik abad pertengahan (teolog berpengaruh dan ajarannya).
Masa abad pertengahan dapat dibagi menjadi tiga yaitu awal masa abad pertengahan, abad pertengahan yang jaya dan akhir dari abad pertengahan itu sendiri. Berikut adalah beberapa pengertian dari ketiga periode tersebut

1. Awal Abad Pertengahan 590-910
Pada masa ini penyebaran injil mulai dilakukan di daerah yang di kuasai oleh Romawi. Pada awal abad pertengahan ini ajaran kristen disebarkan di bagian utara dan timur laut Eropa dan daerah di timur tengah dan Afrika Utara mengalami ancaman oleh agama Islam. Selain itu penyelesaian mengenai perdebatan dogma melalui konsili oikumenis terjadi pada masa ini. Pada masa ini, kekuasaan politik Paus semakin menguat karena kekuasaan dari kekaisaran Roma barat semakin melemah.
2. Abad Pertengahan yang Jaya 910-1300
            Kejayaan abad pertengahan ditandai dengan adanya reformasi kebiaraa di Cluny, Perancis. Teologi yang berpengaruh pada masa ini adalah teologi skolastik yang dikemukakan oleh beberapa tokoh. Salah satunya adalah Anselmus dari Canterbury dan Thomas dari Aquinas. Pada masa ini Paus memiliki kuasa dan berusaha mempertahankannya.
3. Akhir Abad Pertengahan 1300-1492/1517
            Periode ini adalah peralihan dari masa kepausan ke era reformasi. Periode ini dimulai sesudah Paus Bonifatius (1300) dan diakhiri oleh masa reformasi (1517) atau pada tahun 1492. Pada masa ini terjadi krisis kepausan dan pembuangan terhadap Paus (seperti pembuangan babel) ke Avignon, Perancis. Pembuangan ini berlangsung dari 1309-1377. Krisis kepausan ini kemudian diperparah oleh munculnya dua orang Paus (di Roma dan Avignon) yang di dukung oleh pihak dan negara yang berbeda. Kejadian yang banyak merugikan gereja dan berdampak besar bagi masyarakat inilah yang kemudian mendorong adanya usaha untuk melakukan perbaikan terhadap institusi gereja atau melakukan reformasi.
           
8. Pemikir teologi abad modern[5]
            Pemikiran teologis ini terbagi ke dalam 3 zaman yaitu zaman Idealisme, Liberalisme dan Naturalisme atau Materialisme dan berlangsung pada abad ke-19.
a. Hegel (1831) : Idealisme Jerman. Pandangan yang bersifat konservatif dan memahami agama kristen sebagai agama yang tertinggi dari segala agama.
B. Friedrich Strauss (1874) : Menyerang injil dan kebenarannya. Paham yang memulai zaman liberalisme inilah yang mengkritisi kehidupan Yesus yang terdapat di dalam injil.
C. Tokoh pada zaman naturalisme ini mengutamakan kepada pengertian terhadap alam dan panca indra. Beberapa di antaranya adalah:
1. Charles Darwin (1882) : Berasal dari Inggris dan dikenal melalui teori evolusinya.
2. Karl Marx (1883) : Menganggap agama sebagai candu masyarakat, mengarah ke ateisme.
3. Friedrich Nietzsche (1900) : Nietzsche menolak ajaran injil karena pemahaman agama kristen dapat mengarahkan seseorang untuk menjadi budak.

C. PENUTUP
      Sebenarnya lebih disarankan untuk membaca buku sumber tulisan ini, daripada hanya membaca tulisan ini saja. Namun, tulisan ini saya rasa cukup untuk menjadi sekedar penghantar saja. Mengenai penelitian lebih lanjut mengenai bagian sejarah yang dianggap cukup unik ini bisa dilakukan melalui berbagai sumber. 

Fregata.



[1] Episkopos memiliki peran yang cukup penting di dalam jemaat. Pada dasarnya tugas yang dimiliki oleh Episkopos adalah untuk menjadi penilik jemaat dan juga menjadi pemimpin di dalam pelayanan sakramen. Lihat Christian de Jonge hlm 53.
[2] Para tokoh ini juga dapat disebutkan sebagai bapa gereja barat/timur.
[3] Menurut Van den End Perang Salib terjadi pada kurang lebih tahun 1050-1450.
[4] Berakhir secara tuntas pada tahun 1291 setelah Bandar Akko direbut oleh orang Islam.
[5] Lihat Berkhof, Hlm 267.


1 komentar:

Teologi Nasi Padang: Melihat Nasi Padang Sebagai Berkat Tuhan dari Perspektif Teologi Kristen

  oleh: Fregata "Hanya nasi Padang yang mengerti perasaanku" - Unknown - "AKU MAU NASI PADANG!!" - Sinetron Para...