Kamis, 13 Juni 2024

Kalau Aku Tidak Meminjamkan Uang Kepadamu, Kau Masih Aku Anggap Sebagai Temanku

A. Mengapa?

    Judulnya aneh kan? Aku tak mau minjamkan uang ke seseorang, tapi itu karena aku anggap dia masih temanku. Itukah maksudnya? Ada sebuah adegan film karya Robert De Niro yang dirilis pada tahun 1993, judulnya "A Bronx Tale." Di adegan ini, ada seorang pemuda yang mengejar "teman"nya yang bernama Louie untuk menagih utangnya yang sebesar 20 dolar itu. 

"Where's my fucking money!?" (mana uangku, bangsat!?)

Itulah katanya. Tapi kemudian pemuda ini dinasehati oleh Sonny.

Sonny berkata : "Is he a friend of yours?" (apakah dia temanmu?)

"No, i don't even like him" (tidak. aku bahkan tak suka dia)

"Well that's your answer right there! 20 bucks and he's out of your life for good.(Itulah jawaban dari masalahmu, 20 dolar dan dia pergi dari hidupmu untuk selamanya).

    Jadi dari adegan ini (untuk lebih jelas cari saja di Youtube), bukankah sudah jelas apa yang aku maksud? Ternyata cara untuk menjauhi orang di dalam kehidupan kita adalah dengan meminjamkan uang kepadanya. Jadi bayangkan kalau aku menolak untuk meminjamkan uang kepadamu. Kenapa aku tak mau? itu karena aku masih mau berteman denganmu.

B. Aku Jelaskan Sedikit

    Dewasa ini banyak sekali orang yang depresi, merasa kesepian, dan lain-lain. Aku tak mau hal yang sama terjadi pada orang-orang yang kukasihi dan kepada diriku. Sehingga aku sangat-sangat menghargai kawan-kawan yang masih aku punya. Bulan Agustus 2023 yang lalu aku menyaksikan mayat sahabatku sejak 2019. Jadi aku tahu seberapa berharganya teman itu, apalagi sahabat. 

    Jadi aku sedih tiap kali ada yang chat aku di Whatsapp. "Jan, boleh aku pinjam uangmu?." Percayalah kawan, aku sendiri gak punya banyak uang. Apa yang aku punya lebih banyak aku bagikan ke adekku dan sisanya aku tabung. Kalau aku meminjamkan uang, entah ke siapapun itu, aku takut hubungan kami akan menjadi jauh. 

    Aku pernah meminjamkan uang sebesar 1.750.000 untuk kebutuhan yang begitu mendesak. Bahkan dia rela mau menitipkan laptopnya kepadaku sebagai jaminan (tentu aku tolak). Aku pinjamkan tanggal 1 Oktober 2023, dan sekarang 13 Juni 2024 satu rupiah pun belum ada dikembalikan padaku. Aku harus menghubungi orang ini di Whatsapp hampir tiap minggu, hanya untuk mendengar alasan, alasan, alasan, dan alasan lainnya. Sudah beberapa kali aku bilang kalau utangnya itu bisa dicicil, bayarlah seenggaknya 200 ribu, 100 ribu, atau bahkan 50 ribu daripada tidak sama sekali. Aku tidak menagih riba atau bunga apapun terhadap utang itu. 1.750.000 yang aku pinjamkan, segitu jugalah yang aku minta kembali. Aku rasa kalau uang sebanyak ini didapat dari pinjol, sudah habis-habisanlah dia membayar bunganya. Jadi apakah aku yang jahat disini? seolah-olah aku mengemis kepadanya. Aku ada waktu dia sedang membutuhkan uang itu. Sekarang aku yang sedang butuh uang, kenapa dia yang tidak ada untukku? Iyakan? Aku hadir waktu dia sedang membutuhkan, sekarang dia dimana ketika aku yang membutuhkan?

    Percayalah, aku tidak punya uang sebanyak itu. Pengeluaranku saja yang sangat sedikit karena masih ditopang orangtua. Tapi secara pribadi, uangku tidak banyak. Aku diajarkan oleh orangtuaku : kalau sudah berani pinjam, maka beranilah untuk membayarnya kembali. Sayangnya, aku bertanya kepada teman-teman dari orang yang kupinjamkan uang ini. Ternyata perkataan mereka hampir sama. "Iya Jan, kalau sudah bahas utang tidak pernah dia mau membayar" "Aih Jan, harusnya kau ngomong dulu samaku. Dia itu kalau sudah minjam tidak pernah mau bayar." dan lain-lain. Ternyata mereka semua sepakat kalau orang ini suka meminjam uang, tapi tak pernah mau membayar ketika waktunya tiba. Ah, sialan, andai aku tahu sebelum aku pinjamkan uang itu.

    C. Bagaimana kedepannya?

    Tapi tenanglah, aku belajar dari kesalahanku ini. Setelah ini, aku gak akan mau lagi meminjamkan uang. Akan aku bilang "nggak, aku gak bisa minjamkan uang kepadamu." tapi yakinlah, kalau aku bilang ini, itu tandanya aku menganggap kau sebagai temanku. Orang yang masih ingin kujadikan sebagai teman bicara, teman nongkrong, dll. Hal ini sudah terjadi kurang lebih 3 kali, dan tiga orang yang berbeda. Ketiga orang ini adalah kawan-kawanku yang baik. Maaf aku tidak bisa minjamkan uang ke kalian, tapi yakinlah kalau ada cara lain untuk membantu, akan aku bantu. Tapi kalau aku pinjamkan uang kepadamu, aku takut pertemanan kita akan berakhir. Tapi mengenai uang yang aku pinjamkan di Oktober 2023 itu, entahlah. Rasanya aku belum ikhlas sama sekali. Aku masih berusaha untuk meminta uang itu lagi. Menurutku perbuatanku ini tak salah. Kami sudah sepakat kalau uang itu adalah pinjaman, dan aku sama sekali tidak menagih riba atau bunga dari pinjaman itu. 

Semoga dia cepat sadar. Untuk kedepannya aku ingin menjaga pertemanan-pertemanan yang masih aku miliki. Semoga Tuhan memberkati kita semua, amin.

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teologi Nasi Padang: Melihat Nasi Padang Sebagai Berkat Tuhan dari Perspektif Teologi Kristen

  oleh: Fregata "Hanya nasi Padang yang mengerti perasaanku" - Unknown - "AKU MAU NASI PADANG!!" - Sinetron Para...